Sebutkan namanya

large

Hatiku mencelos saat aku mendengar namamu disebut.

seperti ada rindu hangat yang sudah mulai men-dingin karna rindu itu tak kunjung menemukan wadah yang kuharap wadah darimu, meskipun kecil.

tapi, aku berusaha cukup tau diri.

bahwa aku tak ingin mengharap yang berlebih dari seorang kamu yang dengan sadar tak mau menyadariku.

biarlah semua ini berjalan, berjalan mengikuti jalan yang tak tau jalannya seperti apa.

biarlah rindu ini kunikmati, sendiri.

sebutlah namanya, agar rindu ini selalu hangat untuknya.

karna aku, tak ingin rindu ini hilang, meski juga tak tersampaikan apalagi terbalas.

 

H 2 H

Hannan

ditulis dipagi dingin, 30 agustus 2016

Advertisements

Beri aku alasan untuk melupakanmu

6911520468_88fe88431d_b

Aku susuri jalan yang gelap,
kau datang dengan cahaya

aku berjalan di kabut yang dingin
kau hadir dengan hangat yang menghangatkan

aku berdiri di tengah gurun panas
kau redupkan panas itu

aku terombang ambing di tengah badai lautan
kau melempariku sepotong bambu

Dan, apa alasanku untuk melupakanmu ?

Aku berharap, kau datang menyambut tangan yang tak pernah bergeming ini dari tempat sejak pertama aku mengenalmu.

Dear, Hum…..

Hannan

ditulis di sore hari yang mulai tak memiliki matahari

Aku berharap

believe-hope-love-yourself-favim-com-176611

Cukup melihat binar matamu itu, harapanku memuncak lagi.

Aku berharap,

Senyum manis nan legit itu utuh dan halal menjadi milik ku.

Suatu harapan yang selalu aku untaikan dalam doa selepas sholat sholatku, doa yang aku yakini terdengar dan tersampaikan kepada tuhan yang maha agung.

doa yang aku imani akan dikabulkan olehnya, dalam waktu yang sangat tepat.

tak pernah aku merasa lelah, putus asa dan ragu untuk selalu mengulangi doa doa itu, aku yakin, doa yang selalu kupanjatkan dengan tulus dan ikhlas, akan cepat terkabulkan.

doaku satu,

“jadikanlah aku dan kamu halal untuk saling ber genggam tangan, secepatnya”

dan, aku tak tau mengapa, sering juga berbisik malu dalam doa

jika memang tak secepat yang kuharapkan, dan jika memang aku dan dia belum waktunya mendapat restu, biarkanlah aku menjaganya sedari sekarang, walaupun dengan hanya ikatan kata.

janjiku, aku takkan pernah mendzolimi hati ataupun tubuhnya sampai dia benar benar menjadi satu satunya yang halal buatku”

Amin. .

Teruntuk, H…….

Hannan, ditulis dipagi mendung yang mulai tersinari matahari kuning yang hangat

Kamu, jangan pergi

leave_by_amsterdam_jazz

Jika kamu pergi, senyum ini untuk siapa lagi? Lalu ke mana larinya lengkung bibir itu? Hanya menyelinap ke dalam pori-pori mimpi?

Jika kamu pergi, ke mana lagi aku layangkan alunan rindu ini? Ke telinga Cupid yang sudah lumpuh menembakkan panah cintanya kepadamu? Ke jari-jari kedinginan yang tak pernah kamu genggam lagi? Continue reading “Kamu, jangan pergi”