Sepi dan ketenagan

Jika sebagian orang berkata, sepi adalah ketenangan.

Bagiku, sepi itu justru tak menenangkan.

Rasanya sudah terlalu lama aku hidup bersama sepi, tanpa teman yang benar benar menemani.

Hanya bisa menyibukkan diri dengan aktifitas dan hoby yang menyatu dengan pekerjaanku.

Berpura pura menikmati kesepian ini, di kenyataan yang menggelisahkan.

Bosan, iya, aku bosan.

Hannan / 14 – september – 2018

Advertisements

Sumber masalah manusia

Bicara soal sumber masalah manusia, maka harus di telusuri dari akar.

Menurut hemat gwa nih, sumber nya dari kemiskinan.

Sejauh gwa berdampingan dengan orang2, yg miskin sering kali banyak masalah, kemiskinan memunculkan masalah masalah lainnya.

Karna miskin, orang kadang milih mencuri, menjadi begal dan hal haram lainnya.

Karna miskin orang merasa di diskreditkan oleh orang orang lainnya.

Setiap hari merasa di dzalimi, merasa di pandang sebelah mata dan hal konotasi negatif lainnya.

Lalu, solusinya apa ?

Jangan jauh jauh dulu lapangan kerja dong.

Emang perusahaan mana yg mau memperkerjakan orang ga punya skill dan pendidikan ?

Well, mungkin ada, tapi pasti buruh kasar dan gaji sedikit.

Solusinya ya sekolah.

Banyak orang yang masih meremehkan pendidikan, tidak mementingkan, dan menganggap kesuksesan adalah keberuntungan, bukan dari hasil jerih payah belajar.

Itu, big wrong.

Dan masalahnya, pemerintah dalam hal ini tidak ikut andil membantu.

Udah tau rakyatnya banyak miskin, masih aja biaya pendidikan di mahalin.

Tidak semua rakyat memiliki kesempatan yang sama.

Jadi, pemerintah harusnya fokus disitu.

Kalau ada yang bilang, ” emang dari sananya orang2 indonesia pemalas”

Ngak bisa men generalisir seperti itu.

Memang mungkin iya ada benarnya, tapi meskipun giat, kalau kesempatan nya nihil ya sama aja bos.

Makan ah, udah laper gwa.

Digital nomad batu malang #Day1

Sudah lumayan lama juga aku agendakan ini, yaa, menjadi nomaden, meskipun belum bisa totalitas, at least sudah mencoba.

Dan kota pertama yg aku sambangi adalah batu malang, kota yg di beri slogan kota wisata ini aku pilih bukan tanpa alasan, tapi tak perlu juga alasannya kujelaskan secara rinci disini, tapi sebagai pertimbangan temen temen, ini beberapa poin kenapa aku pilih kota batu malang.

  • Dekat dengan kota asalku
  • Terkenal nyaman, sejuk, pemandangan bagus, dan yes banyak wisata.

Disana ga tercantum murah sama sekali, karna mmg ga murah haha, namanya juga kota wisata ya, yg harusnya harga mormal 10k dijual 20k.

Aku sewa homestay selama 2 minggu, awalnya mau sebulan, cuman qo, kayaknya kelamaan, mepet sama bulan puasa juga, we know lah, menjelang puasa itu ada dirumah ibarat kado terindah dari tuhan.

Home stay udah tak booking jauh2 hari, dan pas aku diperjalanan menuju batu malang, kamarnya sudah di pesen orang, what the hell ingin aku berkata kasar tapi takut dosa.

Akhirnya tak bilang ke mbak home stay nya ” gimana dong mbak ? -_-” yup lengkap dengan emot memelas nya.

Akhirnya di cariin opsi yang lain dan syukurlah, alhamdulillah ada.

Aku berangkat pagi tepat di hari minggu tanggal 15 april 2018.

Karna sepupu yg sekolah di madiun pulang seminggu sebelumnya dan kembali tepat di hari minggu yg sama dengan hari aku mau berangkat, jadi tak ajak bareng sampe gubeng.

Udah booking tiket KA dari gubeng sby ke madiundan yahh dia malah gapunya identitas apapun.

Akhirnya karna pihak KA kasihan mungkin jadi ya di bolehin aja.

Aku berangkat jam 9 pagi, nyampek surabaya jam 11 dan jadwal KA sepupu aku ini jam 13:30.

Jadi sambil nunggu, kita ngopi di kedai kopi depan gubeng lama.

Kedai kopi depan gubeng lama

Karna cuman ini opsi cafe yg ada, dan ga ngopi aja dong, kita makan juga.

Setelah jam 13:20 aku anterin sepupu ke tempat masuk KA, setelah dia naik ke kereta, aku pun berangkat.

Btw, aku pake motor, dan dari surabaya ke malang, aku bawa helm 2 yang sebenernya ga kepake banget.

Perjalanan surabaya-batu malang menggunakan motor kurang lebih membutuhkan waktu 4 jam an.

Aku naympe jam 17 sekian menit, nunggu bentar depan home stay karna ga ketemu orang, akhirnya sms mbaknya dan keluar ibunya.

Gila emg, yg tak sms mbak nya yg keluar ibunya.

Akhirnya di tunjukin kamarnya, dan yahh bagus lah.

Tak liat qo, ga ada tv nya, padahal katnya ada, dan ternyata dikira gasuka tv, jadi langsung ditaruh lagi tv nya.

Lumayan lah enak rumahnya, aku dapet kamar yg lengkap dengan lemari gede, kaca gede dan kasur empuk banget.

Plus dapet tempat santai nyambi nonton tv, lengkap dengan tempat duduk nya, dapet dapur, kamar mandi dan tempat makan.

Ibarat rumah sendirilah.

Itu hari pertama, hari selanjutnya masih otw.

Fyi: aku tinggal di homestay alamat oro oro ombo, batu, batu malang

Abd Hannan

Begitu singkat

 

 

sunset-grass-1

22 tahun berlalu penuh dengan kenangan, perjalanan yang tak ingin kusebut singkat yang telah mengajarkan aku banyak hal.

Perjalanan mendewasakan dan menyadarkan bahwa hidup tidak lah hanya sebatas diri kita.

Hidup tidak sebatas apa yang kita mau, yang kita inginkan dan yang apa kita tuju.

Tersadar bahwa hidup adalah interaksi, berhubungan, saling membantu, membagi tangan dengan satu dan yang lainnya.

Aku merasa hidup ini begitu singkat, tidak sebanding dengan luas dan indah nya dunia beserta orang orang nya.

Paradigma kehidupan kita selalu begitu, kanak kanak, remaja, dewasa dan tua.

Sering aku berpikir, tidak bisa aku hidup hanya begini, aku harus menikmati semua yang ada sebelum akhirnya aku berkeluarga hidup dengan berbagai keterbatasan sosialisasi.

Aku harus bermanfaat, aku harus memberikan kenangan yang kekal bagi sesama dan aku harus menikmati hidup dan kehidupan ini.

Arsip akhir pekan

archive-bg
Credit: Flok wales

Minggu yang lega!

minggu2 ini adalah hari hari yang lega, lega karna tak terlalu banyak kesibukan, lega karna tak terlalu banyak hutang.

meski ada hal yang tak kusukai dengan kelegaan ini, karna memang aku tak begitu suka berdiam diri, tanpa aktifitas, tanpa kerjaan, rasanya, hampa!

tapi selalu ada saja yang harus di syukuri, hakikat kebahagiaan memang demikian.

Syukuri apa yang engkau miliki, dan nikmatilah apa yang kau miliki

Bukan berarti dengan kutipan diatas lantas kita menjadi manusia yang penerima apa adanya tanpa doa dan usaha.

doa dan usaha tetap harus dilakukan sekuat dan semampu kita, karna kita hanyalah manusia yang tak dapat mengubah apapun tanpa usaha dan tak dapat menjangkau yang mustahil tanpa doa.

apa perlu ku tendang pantat mu agar kau berlari ? 🙂

Teruslah jika tak mau hilang

5836959730_4e4c223f9d_b

Teruslah, terus saja menggali jika teriakan ku tak lagi terdengar.

Lelah tidak lagi menjadi alasan untukmu berhenti, istirahat pun kautak mau.

kau hanya memperlambat jalanmu, lalu cepat lagi kau ayunkan kakimu, yang semua orang pun tau kalau kau lelah, tapi kamu tuli.

Terus saja, tak usah menoleh jika memang tak mau berhenti.

mungkin saja dengan kesabaran itu kau menemukan apa yang kau cari,

jika kau jatuh dalam perjalananmu, bangkit saja, sampai kau kebal dengan malu.

Teruslah, hati

Hannan,