Kamu, jangan pergi

leave_by_amsterdam_jazz

Jika kamu pergi, senyum ini untuk siapa lagi? Lalu ke mana larinya lengkung bibir itu? Hanya menyelinap ke dalam pori-pori mimpi?

Jika kamu pergi, ke mana lagi aku layangkan alunan rindu ini? Ke telinga Cupid yang sudah lumpuh menembakkan panah cintanya kepadamu? Ke jari-jari kedinginan yang tak pernah kamu genggam lagi? Continue reading “Kamu, jangan pergi”

Aku benar benar mencintaimu

kau yang disana. .
apa benar kamu tidak menyayangi aku lagi.
apa benar hati yang dulu selalu menyimpan nama dan bayanganku itu sudah hilang.
benarkah bahwa kau tak akan menyesal dengan pilihanmu.

kau yang disana. .
taukah kau akan besar nya cinta yang ku berikan padamu,
seandainya cinta ini bisa kau lihat, seandainya sayang ini bisa kau mengerti.
sungguh kau takkan pernah menyia nyiakan aku.

Kau yang disana. .
aku disini masih sangat mencintaimu.
aku disini menyesal telah membuat mu marah dan benci kepadaku.
aku disini masih berharap akan engkau.

kau lari ketika aku bersandar, aku jatuh tak kau toleh, aku berteriak tak kau hiraukan, aku menangis tak kau dengarkan.

lalu apa lagi yang harus aku alami agar semua ini berakhir ?
aku ingin semua ini cepat2 berakhir, terlepas dari kau mau kembali kepadaku ataupun tidak.

aku hanya ingin kau tidak seperti mengambang seperti ini.
hidup enggan mati tak mau.
putuskanlah.

hiduplah jika kau ingin hidup,
jika kau ingin mati, matilah. . .

Aku rindu akan engkau. .

H – 02 maret 2016