Aku ingin lelah


Kaki yang berjalan di atas pasir panas, di bawah terik matahari tanpa sejepit alas kaki, tanpa menjinjing payung pelindung diri yang mulai koyak ini. 

Menuju hatimu, kenapa selalu serumit itu ?

Aku yang hanya membawa jaket kulit hitam yang sesekali kujadikan payung, hanya agar aku tak jatuh ditengah perjalanan gurun yang ganas ini. 

Didepan, selalu kulihat teduh, kupercepat langkah agar cepat pula kulepas penat dan dahaga. Semakin kupercepat, semakin teduh itu menjauh, lebih cepat dari langkah ku yang sudah mencapai batas kecepatan.

Di perjalanan yang melelahkan ini, sesekali aku bertemu dengan mereka yang juga berjuang dan yang diperjuangkan.

Bertemu dengan mereka yang sudah merdeka bahkan tanpa perjuangan membuat aku berpikir “kenapa aku tidak seperti mereka, apa yang berbeda “.

Dan pada akhirnya, aku mencapai batas lelah, tidak ada lagi tenaga untuk memperjuangkan kamu yang tak ingin kuperjuangkan.

Sudah habis rasa ini di tengah perjalanan, di gerogoti rasa penasaran,  menebak nebak rasamu. 

Sudah habis, tak tersisa. 

Jika nanti engkau tau bahwa aku pernah sedemikian gigih nya memperjuangkanmu. 

Mungkin perjalanan itu sudah kulupakan. 

Dan tujuan perjalanan itu sudah tidak akan ada lagi bekas. 

I get tired

Abd Hannan

29-juni-2017

Advertisements

Cinta tak harus memiliki ?


Sudah cukup sering aku temui kisah dua hati yang berpisah setelah lama merajut kisah.

Dan berakhir dengan kata penuh keluh kesah dan nada getir mengatakan “cinta tak harus memiliki”.

Aku tidak

Aku disini, masih mengejarmu untuk kubantah kata seorang pengecut itu.

Karna aku tak bisa jika selimut itu tak kubagi dengan kamu.

Aku ngak rela jika bukan kamu yang membangunkan ku untuk berjamaah sholat subuh

Dan aku tak akan pernah bisa tanpa kamu di masa tua.

Aku hanya ingin kamu yang menggenggam tangan ini untuk melanjutkan keluarga besarku dan keluargamu.

Jadilah wanita yang bisa menegurku saat aku salah, yang bisa membina anak anak dan mendamaikan rumah dengan ke sholeha an mu.

Aku mencintaimu

Kuharap kau merasakan getaran hebat ini saat orang memanggil namamu

Hannan / 12 september 2016 

Sepi itu

lonely

Sepi itu,

bukan disaat aku sendirian, bukan saat seluruh dunia menjauhkan isinya dariku.
bukan pula saat aku jalan sendiri di tengah kabut yang dinginnya menusuk.

sepi itu,

ketika kamu tak bersamaku, bukan,
itu terlalu besar hanya untuk membuang sepi ini.

sepi, adalah saat kamu tak pernah lepas dari ingatan, tapi aku tak pernah terlintas di ingatan kamu yang sangat aku inginkan sebagai dekapan hangat saat kita berjauhan.

aku tak mengapa sendirian duduk disini sambil menaruh dagu ini di pangkuan sendiri.

aku juga tak mengapa, terlelap diiringi ingatan yang selalu mengingat kamu, aku yang kuharap menjadi kita.

aku hanya berharap, kamu melantunkan melodi kecil seraya kamu berkata ” aku juga merindukanmu”.

itu saja, cukup tertebus sepi yang berkepanjangan dan tak kunjung menemukan ujung ini.

miss you a lot, H…….

Hannan,

Ditulis dimalam yang dingin setelah diguyur hujan disore hari dibasahi rindu yang masih hangat

Kenapa denganku !

39308_10151302694348185_2032898910_n

Aku selalu sepi meskpun ditengah tengah keramain.

aku susuri jalan setapak yang gelap itu, berharap disana aku bisa melihat mata yang teduh dengan pandangan yang meneduhkan yang pernah aku lihat.

aku berjalan ketempat yang lebih sepi lagi, namun, semakin dada ini susah menghembuskan nafas.

seperti ada yang hilang, seperti ada yang kurang.

aku menemukan diriku di dalam dirimu

aku menemukan kamu, dalam doa ku.

aku ingin kamu nyata, nyata aku genggam, nyata aku lihat dan rasakan

Teruntuk,
Hum. . .
yang selalu menjadi alasanku menjadi lebih baik

Hannan

Patah Hati, I am happy :)

tumblr_lzd0hugsox1qhn5nq-750x504Credit Pict: hipwee – Tumblr

Dalam tragedi yunani kuno hecuba, sang tokoh utama berubah menjadi anjing karena tak mampu menanggung kesedihan sebagai manusia.

Hidup itu tak pernah pasti, kita akan selalu bisa hancur oleh sesuatu yang tak mampu kita cegah

itu resiko jadi manusia, kalau tak tahan, yaa jadi anjing saja.

Continue reading “Patah Hati, I am happy :)”