Aku rindu!

your-eyes

Rindu tatapan hangat itu

rindu teduhnya binar mata itu.

rindu akan masa depan yang aku yakini akan kita rajut bersama, bersama kamu.

 

Advertisements

Untuk kamu yang jauh

tumblr_nali5tdoat1rxwlxqo1_500

Lagu ini bisa menggambarkan perasaan malam ini.

 

Ini malam ke tiga bulan sejak terakhir kita bertemu. Namun terasa seperti selamanya. Sedangkan waktu bersama kamu, seperti durasi selamanya dibagi selamanya lalu diakarkan dengan selamanya. Lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan seokor Hummingbird untuk melancarkan satu kepakan sayap.

Januari boleh berlalu. Namun sebelum januari yang baru datang, aku tetap merasa seperti baru jatuh cinta. Jika ada ceruk cawan terbesar dari langit, maka akan retak untuk menampung rindu yang beringas ini. Jika ada awan yang pantas menurunkan hujan paling romantis, maka dia akan gigit jari mendengar setiap doa lirih yang di dalamnya terselip namamu.

Satu hal paling aku benci dari pertemuan kita adalah debar di dada yang rasanya seperti baru pertama jatuh cinta. Satu hal paling berat ketika bertemu kamu adalah pada saat perjalananku pulang kembali ke bumi. Bumiku yang tanpa kamu.

Dari dalam sini terlihat hujan deras. Jika orang-orang bersuyukur tetap di bawah atap, sedang kepalku harus bergemeretak karena diri ini tak dapat menjangkaumu dalam dekap.

Jarak.

Jarak ada untuk ditempuh. Bukan untuk dikeluh karena jauh.

Aku selalu percaya semua yang indah tak pernah bisa didapat dengan mudah. Semua yang berarti, menuntut untuk korbankan diri. Kita, pergi ke arah yang berlawanan, bukan untuk menjunjung sebuah perpisahan. Kita hanya sedang memantaskan. Kita harus mencoba mengarungi belantara sendiri. Menghadapi masalah yang rumit dengan kemampuan diri.

Bersamamu, segalanya terasa lebih mudah. Pasti.

Namun aku selalu ingat apa yang hidup ajarkan, yang selalu ayah katakan,

“Kita tak bisa selalu mendapatkan apa yang kita mau di waktu yang kita inginkan. Tuhan lebih tahu. Doamu bukan tidak dikabulkan, hanya saja digantikan dengan yang lebih indah, atau disimpan sampai waktu yang lebih indah”

Aku selalu percaya waktu itu akan datang. Waktu di mana kita menghadapi kerasnya dunia bersama. Waktu di mana kita bisa menari di bawah hujan bukannya menunggu badai reda. Waktu di mana aku merasa baik-baik saja ketika genggam tanganmu ada.

Layaknya sebuah mutiara, aku harus menyelam lebih dalam untuk mendapatkan keindahannya. Maka aku mengerti. Selagi aku terus ditempa dunia, aku tetap harus menghadap ayahmu, mengajaknya bicara, mendekatinya. Karena apa? Aku harus sehebat, setenang, dan semengerti beliau dalam menghadapimu.

Karena jika aku tak sesayang ayahmu, aku tak layak untuk duduk berdua denganmu mengenakan tudung putih bersandingan, menjabat tangan beliau, mengucap nama kamu, mengambil alih tanggung jawabnya untuk membahagiakanmu.

Percayalah, aku sanggup.

Kita hanya perlu bersabar.

Ketahuilah satu hal. Jarak dan waktu antara kita besarnya tidak pernah melebihi rasa sayang yang ada.

Cinta tak harus memiliki ?


Sudah cukup sering aku temui kisah dua hati yang berpisah setelah lama merajut kisah.

Dan berakhir dengan kata penuh keluh kesah dan nada getir mengatakan “cinta tak harus memiliki”.

Aku tidak

Aku disini, masih mengejarmu untuk kubantah kata seorang pengecut itu.

Karna aku tak bisa jika selimut itu tak kubagi dengan kamu.

Aku ngak rela jika bukan kamu yang membangunkan ku untuk berjamaah sholat subuh

Dan aku tak akan pernah bisa tanpa kamu di masa tua.

Aku hanya ingin kamu yang menggenggam tangan ini untuk melanjutkan keluarga besarku dan keluargamu.

Jadilah wanita yang bisa menegurku saat aku salah, yang bisa membina anak anak dan mendamaikan rumah dengan ke sholeha an mu.

Aku mencintaimu

Kuharap kau merasakan getaran hebat ini saat orang memanggil namamu

Hannan / 12 september 2016 

Sebutkan namanya

large

Hatiku mencelos saat aku mendengar namamu disebut.

seperti ada rindu hangat yang sudah mulai men-dingin karna rindu itu tak kunjung menemukan wadah yang kuharap wadah darimu, meskipun kecil.

tapi, aku berusaha cukup tau diri.

bahwa aku tak ingin mengharap yang berlebih dari seorang kamu yang dengan sadar tak mau menyadariku.

biarlah semua ini berjalan, berjalan mengikuti jalan yang tak tau jalannya seperti apa.

biarlah rindu ini kunikmati, sendiri.

sebutlah namanya, agar rindu ini selalu hangat untuknya.

karna aku, tak ingin rindu ini hilang, meski juga tak tersampaikan apalagi terbalas.

 

H 2 H

Hannan

ditulis dipagi dingin, 30 agustus 2016

Beri aku alasan untuk melupakanmu

6911520468_88fe88431d_b

Aku susuri jalan yang gelap,
kau datang dengan cahaya

aku berjalan di kabut yang dingin
kau hadir dengan hangat yang menghangatkan

aku berdiri di tengah gurun panas
kau redupkan panas itu

aku terombang ambing di tengah badai lautan
kau melempariku sepotong bambu

Dan, apa alasanku untuk melupakanmu ?

Aku berharap, kau datang menyambut tangan yang tak pernah bergeming ini dari tempat sejak pertama aku mengenalmu.

Dear, Hum…..

Hannan

ditulis di sore hari yang mulai tak memiliki matahari

Aku berharap

believe-hope-love-yourself-favim-com-176611

Cukup melihat binar matamu itu, harapanku memuncak lagi.

Aku berharap,

Senyum manis nan legit itu utuh dan halal menjadi milik ku.

Suatu harapan yang selalu aku untaikan dalam doa selepas sholat sholatku, doa yang aku yakini terdengar dan tersampaikan kepada tuhan yang maha agung.

doa yang aku imani akan dikabulkan olehnya, dalam waktu yang sangat tepat.

tak pernah aku merasa lelah, putus asa dan ragu untuk selalu mengulangi doa doa itu, aku yakin, doa yang selalu kupanjatkan dengan tulus dan ikhlas, akan cepat terkabulkan.

doaku satu,

“jadikanlah aku dan kamu halal untuk saling ber genggam tangan, secepatnya”

dan, aku tak tau mengapa, sering juga berbisik malu dalam doa

jika memang tak secepat yang kuharapkan, dan jika memang aku dan dia belum waktunya mendapat restu, biarkanlah aku menjaganya sedari sekarang, walaupun dengan hanya ikatan kata.

janjiku, aku takkan pernah mendzolimi hati ataupun tubuhnya sampai dia benar benar menjadi satu satunya yang halal buatku”

Amin. .

Teruntuk, H…….

Hannan, ditulis dipagi mendung yang mulai tersinari matahari kuning yang hangat

Sepi itu

lonely

Sepi itu,

bukan disaat aku sendirian, bukan saat seluruh dunia menjauhkan isinya dariku.
bukan pula saat aku jalan sendiri di tengah kabut yang dinginnya menusuk.

sepi itu,

ketika kamu tak bersamaku, bukan,
itu terlalu besar hanya untuk membuang sepi ini.

sepi, adalah saat kamu tak pernah lepas dari ingatan, tapi aku tak pernah terlintas di ingatan kamu yang sangat aku inginkan sebagai dekapan hangat saat kita berjauhan.

aku tak mengapa sendirian duduk disini sambil menaruh dagu ini di pangkuan sendiri.

aku juga tak mengapa, terlelap diiringi ingatan yang selalu mengingat kamu, aku yang kuharap menjadi kita.

aku hanya berharap, kamu melantunkan melodi kecil seraya kamu berkata ” aku juga merindukanmu”.

itu saja, cukup tertebus sepi yang berkepanjangan dan tak kunjung menemukan ujung ini.

miss you a lot, H…….

Hannan,

Ditulis dimalam yang dingin setelah diguyur hujan disore hari dibasahi rindu yang masih hangat

Kenapa denganku !

39308_10151302694348185_2032898910_n

Aku selalu sepi meskpun ditengah tengah keramain.

aku susuri jalan setapak yang gelap itu, berharap disana aku bisa melihat mata yang teduh dengan pandangan yang meneduhkan yang pernah aku lihat.

aku berjalan ketempat yang lebih sepi lagi, namun, semakin dada ini susah menghembuskan nafas.

seperti ada yang hilang, seperti ada yang kurang.

aku menemukan diriku di dalam dirimu

aku menemukan kamu, dalam doa ku.

aku ingin kamu nyata, nyata aku genggam, nyata aku lihat dan rasakan

Teruntuk,
Hum. . .
yang selalu menjadi alasanku menjadi lebih baik

Hannan

Biar aku genggam


Bukan sebuah heran, angin laut sore menyejukkan. Bukan mimpi, gemuruh ombaknya terdengar bermelodi. Bukan rahasia, semua terasa seperti itu ketika jatuh cinta. 

Dan bukanlah keadaan, jika tak bisa membuat yang indah menjadi ketakutan.
Kata orang, cinta sesuatu yang megah. Namun kadang megahnya tertutup keadaan kemudian kalah.
Keadaan di mana pada diri satu orang, atau keduanya terdapat cinta tapi masing-masing atau salah satunya sudah memiliki pasangan. 

Keadaan di mana dua orang saling sayang, tapi orang tua berkehendak lain. Keadaan di mana dua orang saling cinta, tapi berbeda Tuhan –yang katanya satu–. Keadaan di mana seseorang jatuh cinta, tetapi yang satunya terasa terlalu sempurna untuk dia. 

Mungkin masih banyak lagi keadaan-keadaan di luar sana yang menyisakan kepahitan.
Mengapa seringkali sebuah cinta tumbuh di keadaan yang tidak memungkinkan? Apakah sebuah cinta adalah tumbuhan yang tidak peduli habitatnya berkeadaan seperti apa, hanya membutuhkan ketulusan? Akan tetapi, apakah ketulusan saja cukup untuk bersama? Tidak, untuk bersama, juga butuh keadaan.
Begitu pula dengan keputusanku memendam perasaan. 

Ini semua, sedikit banyak karena keadaan. Apa yang tumbuh dalam hati seiring aku memandang senyummu, melihat tawamu, menatap binar matamu, harus aku pendam sendiri.

Selagi menunggu keadaan –yang mungkin tak akan datang–, aku guratkan tinta hati hingga senja menjelang.

 Aku kemas surat itu dalam beningnya botol ketulusan, dan membiarkannya bebas di luasnya lautan kemungkinan.
“Jika memang jodoh, kita pasti akan bersama.” Ah, akhirnya aku mengatakan itu.

Mengatakan kalimat bagi orang yang kalah dalam perjuangan mendapatkan seorang pujaan.
Aku tak ingin menjadikan keadaan sebagai pesakitan. Karena sudah terlalu sering kata itu berlalu-lalang di kisah kehidupan. 

Kamu boleh caci aku karena mengungkapkan rasa pun tak berani. Tapi mungkin kamu juga tahu, bahwa kadang melawan keadaan tak semudah yang pernah ada dalam mimpi.
Dan biarkan pesan dalam botol ini, tetap menjadi rahasia hati.

Sampai nanti kamu datang lagi kesini 

Untuk H, aku mencintaimu

Hannan / 23 july 2016