Takut.  .


Jawabku tak pernah tegas saat ada yang bertanya “kapan pulang? ”

Karna aku memang bimbang

Disisi yang berbeda,  Aku takut, jika semakin aku menunda aku takut semakin tak bisa untuk pergi

Pontianak – 09 feb 2017

Advertisements

Untuk kamu yang jauh

tumblr_nali5tdoat1rxwlxqo1_500

Lagu ini bisa menggambarkan perasaan malam ini.

 

Ini malam ke tiga bulan sejak terakhir kita bertemu. Namun terasa seperti selamanya. Sedangkan waktu bersama kamu, seperti durasi selamanya dibagi selamanya lalu diakarkan dengan selamanya. Lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan seokor Hummingbird untuk melancarkan satu kepakan sayap.

Januari boleh berlalu. Namun sebelum januari yang baru datang, aku tetap merasa seperti baru jatuh cinta. Jika ada ceruk cawan terbesar dari langit, maka akan retak untuk menampung rindu yang beringas ini. Jika ada awan yang pantas menurunkan hujan paling romantis, maka dia akan gigit jari mendengar setiap doa lirih yang di dalamnya terselip namamu.

Satu hal paling aku benci dari pertemuan kita adalah debar di dada yang rasanya seperti baru pertama jatuh cinta. Satu hal paling berat ketika bertemu kamu adalah pada saat perjalananku pulang kembali ke bumi. Bumiku yang tanpa kamu.

Dari dalam sini terlihat hujan deras. Jika orang-orang bersuyukur tetap di bawah atap, sedang kepalku harus bergemeretak karena diri ini tak dapat menjangkaumu dalam dekap.

Jarak.

Jarak ada untuk ditempuh. Bukan untuk dikeluh karena jauh.

Aku selalu percaya semua yang indah tak pernah bisa didapat dengan mudah. Semua yang berarti, menuntut untuk korbankan diri. Kita, pergi ke arah yang berlawanan, bukan untuk menjunjung sebuah perpisahan. Kita hanya sedang memantaskan. Kita harus mencoba mengarungi belantara sendiri. Menghadapi masalah yang rumit dengan kemampuan diri.

Bersamamu, segalanya terasa lebih mudah. Pasti.

Namun aku selalu ingat apa yang hidup ajarkan, yang selalu ayah katakan,

“Kita tak bisa selalu mendapatkan apa yang kita mau di waktu yang kita inginkan. Tuhan lebih tahu. Doamu bukan tidak dikabulkan, hanya saja digantikan dengan yang lebih indah, atau disimpan sampai waktu yang lebih indah”

Aku selalu percaya waktu itu akan datang. Waktu di mana kita menghadapi kerasnya dunia bersama. Waktu di mana kita bisa menari di bawah hujan bukannya menunggu badai reda. Waktu di mana aku merasa baik-baik saja ketika genggam tanganmu ada.

Layaknya sebuah mutiara, aku harus menyelam lebih dalam untuk mendapatkan keindahannya. Maka aku mengerti. Selagi aku terus ditempa dunia, aku tetap harus menghadap ayahmu, mengajaknya bicara, mendekatinya. Karena apa? Aku harus sehebat, setenang, dan semengerti beliau dalam menghadapimu.

Karena jika aku tak sesayang ayahmu, aku tak layak untuk duduk berdua denganmu mengenakan tudung putih bersandingan, menjabat tangan beliau, mengucap nama kamu, mengambil alih tanggung jawabnya untuk membahagiakanmu.

Percayalah, aku sanggup.

Kita hanya perlu bersabar.

Ketahuilah satu hal. Jarak dan waktu antara kita besarnya tidak pernah melebihi rasa sayang yang ada.

Cinta tak harus memiliki ?


Sudah cukup sering aku temui kisah dua hati yang berpisah setelah lama merajut kisah.

Dan berakhir dengan kata penuh keluh kesah dan nada getir mengatakan “cinta tak harus memiliki”.

Aku tidak

Aku disini, masih mengejarmu untuk kubantah kata seorang pengecut itu.

Karna aku tak bisa jika selimut itu tak kubagi dengan kamu.

Aku ngak rela jika bukan kamu yang membangunkan ku untuk berjamaah sholat subuh

Dan aku tak akan pernah bisa tanpa kamu di masa tua.

Aku hanya ingin kamu yang menggenggam tangan ini untuk melanjutkan keluarga besarku dan keluargamu.

Jadilah wanita yang bisa menegurku saat aku salah, yang bisa membina anak anak dan mendamaikan rumah dengan ke sholeha an mu.

Aku mencintaimu

Kuharap kau merasakan getaran hebat ini saat orang memanggil namamu

Hannan / 12 september 2016 

Sebutkan namanya

large

Hatiku mencelos saat aku mendengar namamu disebut.

seperti ada rindu hangat yang sudah mulai men-dingin karna rindu itu tak kunjung menemukan wadah yang kuharap wadah darimu, meskipun kecil.

tapi, aku berusaha cukup tau diri.

bahwa aku tak ingin mengharap yang berlebih dari seorang kamu yang dengan sadar tak mau menyadariku.

biarlah semua ini berjalan, berjalan mengikuti jalan yang tak tau jalannya seperti apa.

biarlah rindu ini kunikmati, sendiri.

sebutlah namanya, agar rindu ini selalu hangat untuknya.

karna aku, tak ingin rindu ini hilang, meski juga tak tersampaikan apalagi terbalas.

 

H 2 H

Hannan

ditulis dipagi dingin, 30 agustus 2016

Melihat Bulan

full_moon_night

Kamu lihat bulan itu ?

bukan, bukan bulan dalam foto di atas.

tapi bulan yang ada di atas kita.

binar bulan malam ini tak jauh beda dengan binar matamu.

binar penuh dengan semangat, yang mengembara.

menyemangatiku untuk menjadi lebih pantas untukmu.

meskipun kita berjauhan, tapi bulan kita sama, jika kamu melihat bulan itu, aku juga melihatnya.

melihat bulan yang hampir sempurna lengkap dengan senyuman manis mu di dekatnya.

aku tak tau, apakah aku lelaki yang kamu pikirkan.

tapi kamu benar, kamu yang sedang dan selalu aku pikirkan.

aku tak apa, meskipun saat ini kau tak utuh menjadi milikku.

aku berharap kelak kita abadi.

secepatnya. . .

selamanya. . .

H 2 H

Hannan

ditulis di HUT dirgahayu republik indonesia, 17, Agustus 2016

ditemani kopi semanis kamu dan bulan seindah kamu

 

Beri aku alasan untuk melupakanmu

6911520468_88fe88431d_b

Aku susuri jalan yang gelap,
kau datang dengan cahaya

aku berjalan di kabut yang dingin
kau hadir dengan hangat yang menghangatkan

aku berdiri di tengah gurun panas
kau redupkan panas itu

aku terombang ambing di tengah badai lautan
kau melempariku sepotong bambu

Dan, apa alasanku untuk melupakanmu ?

Aku berharap, kau datang menyambut tangan yang tak pernah bergeming ini dari tempat sejak pertama aku mengenalmu.

Dear, Hum…..

Hannan

ditulis di sore hari yang mulai tak memiliki matahari

Aku berharap

believe-hope-love-yourself-favim-com-176611

Cukup melihat binar matamu itu, harapanku memuncak lagi.

Aku berharap,

Senyum manis nan legit itu utuh dan halal menjadi milik ku.

Suatu harapan yang selalu aku untaikan dalam doa selepas sholat sholatku, doa yang aku yakini terdengar dan tersampaikan kepada tuhan yang maha agung.

doa yang aku imani akan dikabulkan olehnya, dalam waktu yang sangat tepat.

tak pernah aku merasa lelah, putus asa dan ragu untuk selalu mengulangi doa doa itu, aku yakin, doa yang selalu kupanjatkan dengan tulus dan ikhlas, akan cepat terkabulkan.

doaku satu,

“jadikanlah aku dan kamu halal untuk saling ber genggam tangan, secepatnya”

dan, aku tak tau mengapa, sering juga berbisik malu dalam doa

jika memang tak secepat yang kuharapkan, dan jika memang aku dan dia belum waktunya mendapat restu, biarkanlah aku menjaganya sedari sekarang, walaupun dengan hanya ikatan kata.

janjiku, aku takkan pernah mendzolimi hati ataupun tubuhnya sampai dia benar benar menjadi satu satunya yang halal buatku”

Amin. .

Teruntuk, H…….

Hannan, ditulis dipagi mendung yang mulai tersinari matahari kuning yang hangat

Sepi itu

lonely

Sepi itu,

bukan disaat aku sendirian, bukan saat seluruh dunia menjauhkan isinya dariku.
bukan pula saat aku jalan sendiri di tengah kabut yang dinginnya menusuk.

sepi itu,

ketika kamu tak bersamaku, bukan,
itu terlalu besar hanya untuk membuang sepi ini.

sepi, adalah saat kamu tak pernah lepas dari ingatan, tapi aku tak pernah terlintas di ingatan kamu yang sangat aku inginkan sebagai dekapan hangat saat kita berjauhan.

aku tak mengapa sendirian duduk disini sambil menaruh dagu ini di pangkuan sendiri.

aku juga tak mengapa, terlelap diiringi ingatan yang selalu mengingat kamu, aku yang kuharap menjadi kita.

aku hanya berharap, kamu melantunkan melodi kecil seraya kamu berkata ” aku juga merindukanmu”.

itu saja, cukup tertebus sepi yang berkepanjangan dan tak kunjung menemukan ujung ini.

miss you a lot, H…….

Hannan,

Ditulis dimalam yang dingin setelah diguyur hujan disore hari dibasahi rindu yang masih hangat