Sebutkan namanya

large

Hatiku mencelos saat aku mendengar namamu disebut.

seperti ada rindu hangat yang sudah mulai men-dingin karna rindu itu tak kunjung menemukan wadah yang kuharap wadah darimu, meskipun kecil.

tapi, aku berusaha cukup tau diri.

bahwa aku tak ingin mengharap yang berlebih dari seorang kamu yang dengan sadar tak mau menyadariku.

biarlah semua ini berjalan, berjalan mengikuti jalan yang tak tau jalannya seperti apa.

biarlah rindu ini kunikmati, sendiri.

sebutlah namanya, agar rindu ini selalu hangat untuknya.

karna aku, tak ingin rindu ini hilang, meski juga tak tersampaikan apalagi terbalas.

 

H 2 H

Hannan

ditulis dipagi dingin, 30 agustus 2016

Advertisements

Melihat Bulan

full_moon_night

Kamu lihat bulan itu ?

bukan, bukan bulan dalam foto di atas.

tapi bulan yang ada di atas kita.

binar bulan malam ini tak jauh beda dengan binar matamu.

binar penuh dengan semangat, yang mengembara.

menyemangatiku untuk menjadi lebih pantas untukmu.

meskipun kita berjauhan, tapi bulan kita sama, jika kamu melihat bulan itu, aku juga melihatnya.

melihat bulan yang hampir sempurna lengkap dengan senyuman manis mu di dekatnya.

aku tak tau, apakah aku lelaki yang kamu pikirkan.

tapi kamu benar, kamu yang sedang dan selalu aku pikirkan.

aku tak apa, meskipun saat ini kau tak utuh menjadi milikku.

aku berharap kelak kita abadi.

secepatnya. . .

selamanya. . .

H 2 H

Hannan

ditulis di HUT dirgahayu republik indonesia, 17, Agustus 2016

ditemani kopi semanis kamu dan bulan seindah kamu

 

Beri aku alasan untuk melupakanmu

6911520468_88fe88431d_b

Aku susuri jalan yang gelap,
kau datang dengan cahaya

aku berjalan di kabut yang dingin
kau hadir dengan hangat yang menghangatkan

aku berdiri di tengah gurun panas
kau redupkan panas itu

aku terombang ambing di tengah badai lautan
kau melempariku sepotong bambu

Dan, apa alasanku untuk melupakanmu ?

Aku berharap, kau datang menyambut tangan yang tak pernah bergeming ini dari tempat sejak pertama aku mengenalmu.

Dear, Hum…..

Hannan

ditulis di sore hari yang mulai tak memiliki matahari

Aku berharap

believe-hope-love-yourself-favim-com-176611

Cukup melihat binar matamu itu, harapanku memuncak lagi.

Aku berharap,

Senyum manis nan legit itu utuh dan halal menjadi milik ku.

Suatu harapan yang selalu aku untaikan dalam doa selepas sholat sholatku, doa yang aku yakini terdengar dan tersampaikan kepada tuhan yang maha agung.

doa yang aku imani akan dikabulkan olehnya, dalam waktu yang sangat tepat.

tak pernah aku merasa lelah, putus asa dan ragu untuk selalu mengulangi doa doa itu, aku yakin, doa yang selalu kupanjatkan dengan tulus dan ikhlas, akan cepat terkabulkan.

doaku satu,

“jadikanlah aku dan kamu halal untuk saling ber genggam tangan, secepatnya”

dan, aku tak tau mengapa, sering juga berbisik malu dalam doa

jika memang tak secepat yang kuharapkan, dan jika memang aku dan dia belum waktunya mendapat restu, biarkanlah aku menjaganya sedari sekarang, walaupun dengan hanya ikatan kata.

janjiku, aku takkan pernah mendzolimi hati ataupun tubuhnya sampai dia benar benar menjadi satu satunya yang halal buatku”

Amin. .

Teruntuk, H…….

Hannan, ditulis dipagi mendung yang mulai tersinari matahari kuning yang hangat

Sepi itu

lonely

Sepi itu,

bukan disaat aku sendirian, bukan saat seluruh dunia menjauhkan isinya dariku.
bukan pula saat aku jalan sendiri di tengah kabut yang dinginnya menusuk.

sepi itu,

ketika kamu tak bersamaku, bukan,
itu terlalu besar hanya untuk membuang sepi ini.

sepi, adalah saat kamu tak pernah lepas dari ingatan, tapi aku tak pernah terlintas di ingatan kamu yang sangat aku inginkan sebagai dekapan hangat saat kita berjauhan.

aku tak mengapa sendirian duduk disini sambil menaruh dagu ini di pangkuan sendiri.

aku juga tak mengapa, terlelap diiringi ingatan yang selalu mengingat kamu, aku yang kuharap menjadi kita.

aku hanya berharap, kamu melantunkan melodi kecil seraya kamu berkata ” aku juga merindukanmu”.

itu saja, cukup tertebus sepi yang berkepanjangan dan tak kunjung menemukan ujung ini.

miss you a lot, H…….

Hannan,

Ditulis dimalam yang dingin setelah diguyur hujan disore hari dibasahi rindu yang masih hangat

Kenapa denganku !

39308_10151302694348185_2032898910_n

Aku selalu sepi meskpun ditengah tengah keramain.

aku susuri jalan setapak yang gelap itu, berharap disana aku bisa melihat mata yang teduh dengan pandangan yang meneduhkan yang pernah aku lihat.

aku berjalan ketempat yang lebih sepi lagi, namun, semakin dada ini susah menghembuskan nafas.

seperti ada yang hilang, seperti ada yang kurang.

aku menemukan diriku di dalam dirimu

aku menemukan kamu, dalam doa ku.

aku ingin kamu nyata, nyata aku genggam, nyata aku lihat dan rasakan

Teruntuk,
Hum. . .
yang selalu menjadi alasanku menjadi lebih baik

Hannan