Kamu, dimana ?

Jika aku bisa, aku ingin melihat mata itu, walau hanya dari lubang terkecil yang ada.
Terperanjat di waktu hari masih belum menampakkan mataharinya dari lelapnya tidur, masih gelap dan masih dingin

Berharap sosok yang aku lihat waktu itu ada lagi disana

Dengan dada yang sesak, badan yang menggigil dan mata yang memilik penerangan tak sempurna, kucoba mencari, kucoba datangi tempat yang pernah kamu duduki

Tak berhasil kutemukan, kucoba ketempat yang lainnya

Tapi tetap tak ada pertanda kalau kamu ada disana,

Sampai akhirnya sesuatu menamparku dari belakang, menyadarkan bahwa pagi itu sudah lewat

Aku salah yang mengira waktu tak berjalan, yang berharap waktu terulang lagi

Kucoba datangi tempat pertama kali aku manyapamu

Aku ingin menyapamu lagi di pagi ini, dengan sapaan yang lebih menghangatkan, tapi kamu hilang 

Ku seka mataku hanya untuk memastikan kalau ini mimpi

Aku ingin ini mimpi, ini pasti mimpi

Semakin aku memaksa, semakin aku disadarkan bahwa itu nyata

Tidak, aku masih ingin mengatakan satu hal

Kembalikan aku ke dua hari yang lalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s