Semua beda, berubah

1413519079_unsplash-1024x682

Minggu minggu ini aku merasa berdua, berdua dengan kamu yang tak kusangka akan bertahan sampai sejauh ini.

awalnya kukira sejak pertama ketemu, kau akan menjauh, menjauh dan semakin menjauh.

tapi dugaanku salah, ternyata kau friendly, dan mau menemani aku ketika aku butuh teman, meskipun aku tau kamu tak merasa menemaniku.

kita sudah berajalan, melewati waktu yang sunyi itu dengan tawa, tak ada satupun air mata dan aku memang tak mengharapkan nya.

ditengah perjalanan itu, kita memiliki nama panggilan masing2, meskipun bukan nama panggilan kesayangan.

“kodok”

begitulah aku memanggilmu, entah kenapa aku memanggil kamu kodok, dan kenapa juga kamu mau nyahut di panggil kodok.

lalu kamu tak mau kalah, kau memanggilku dengan panggilan,

“cumi”

entah apa maksudmu, tapi aku senang jika yang memanggil itu kamu 🙂

berjalan lagi, melewati waktu yang lebih rame dari biasanya.

kita sudah pernah bertemu ketika sholat taraweh berlangsung, mencuri waktu ketika orang2 di masjid.

meskipun hanya duduk ga jelas, dan ga lama pula, tapi itu cukup membuat kita bisa saling mengenal lebih jauh lagi.

lalu berjalan lagi, kini kita melewati waktu yang sangat sepi dengan jalan yang sedikit basah di guyur hujan.

kita lewati, dan terus melangkah lebih jauh lagi.

sampai di suatu waktu, kamu berbisik kepadaku.

“kamu kapan mau melamar ?” tanyamu

“maksudnya melamar ?” tanyaku tak mengerti

“ia, kapan kamu mau ngelamar ?” tanyamu lagi dengan nada yg lebih tinggi

“ngelamar apa ?” tanyaku yg masih tak mengerti

“ngelamar pekerjaan, cumi ?” tanyamu lagi

“santai, dok” jawabku

“kapan mau ngelamar aku ?” tanyamu lagi

“maunya kapan ?” tanyaku dengan becanda

“besok” jawabmu

“tau aja kalau musim dingin, dok  haha 🙂 ” aku mengejeknya

” aku dilamar orang” katamu dengan wajah yang tak bisa kulihat

“siapa ? orang mana ? kapan ?” tanyaku sedikit kaget

“sudah ada 3 orang, . . . . ..  .. . (skipp) ” jawabmu dengan serius

“laku banget kayaknya, kodok ku ini” aku masih becandain lagi

“ia beneran, ada itu, ada dia, lalu dia itu juga, masih kurang banyak sainganmu haha” jelasinnya panjang lebar dan di akhiri ketawa yg dipaksakan

“itu semua terserah kamu dok, aku mah bisa apa, aku ga ada hak apapun” jawabku

belum sempat dia ngomong lagi, aku nyocos lagi

“yahh, gagal dong rencana kita tahun depan ? ga jadi dong kamu jadi bidan” jawabku sedikit mengingatkan janji janji dan keinginannya.

” qo, malah ngomongin ini sih, udah ah bicar yg lain aja. pokoknya ambisiku tetep, mereka juga ga ada yang aku terima qo,” jawabnya

setelah kejadian itu, semua berubah.. . .

 

entah apa yang terjadi denganmu, entah apa yang terjadi dengan apa yang kamu ceritakan, karena memang kamu tidak pernah mau terbuka soal itu.

pernah bahkan sering kamu bilang mau ngomong sesuatu, namun perkataan itu selalu kamu tarik dengan berkata

“ga jadi”

aku tau, aku memang ga ada hak apapun, karena kita memang masih sebatas teman.

ga ada status lain selain itu.

tapi bagiku dan menurutku, status itu hanyalah status, tak terlalu penting untuk dipikirkan, yang terpenting adalah hati, mata, dan lidah.

hati yang selalu ingin menyimpan, mata yang selalu ingin melihat, dan lidah yang selalu ingin bicara.

kini. . .

kita jauh, kita sudah berjalan sampai di persimpangan, dan aku tau sepertinya kau akan memilih jalan yang lain nya itu, jalan yang tidak ada kakiku dan tidak akan ada kakiku lagi, yang tidak ada tentangku secuilpun.

maaf, jika kamu merasa aku semakin menjauh, karna kamupun begitu padaku.

aku yakin kini aku dijalan yang benar, aku menjauh secara perlahan, menghapus semua secara perlahan, melupakan semua secara perlahan lahan.

meskipun berat, aku tau ini tak mungkin dipertahankan, karna benar aku belum siap sampai sejauh itu. masih banyak yang ingin aku capai.

dan kamupun, aku tak mengerti. . aku tak mengerti dengan hatimu yang sudah goyah terkena lemparan batu kerikil kecil itu.

aku tak tau, tak tau sama sekali.

semakin mencari tau, semakin aku tak mengetahuinya.

semoga bahagia dengan plihanmu ya kodok 🙂

 

Hannan – 28 / july / 2016
logo-hannan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s