Pacaran jama doeloe

Kamu yang berumur Setidaknya mencapai 20 tahun, pasti sudah pernah merasakan pacaran ala jaman doeloe.

Tak dapat di sangkal bahwa memang lebih mendebarkan pacaran pada jaman jaman itu,
Bagaimana tidak,

Untuk meluapkan kerinduan pada sang pacar, harus bersusah susah payah mengarang surat cinta di sebuah kertas yang spesial pula,
Tak cukup disitu, kita harus mencari seseorang yang mau dan bisa menyampaikan rindu yang di bungkus kertas itu.
Tak sedikit pula yang memang sudah memiliki “pak pos” khusus untuk memberikannya.

Harus menunggu 1-2 hari agar rindu itu bertemu dengan sosok yang di rinduinya.
Dan satu minggu untuk menerima balasan rindu itu.

Alangkah harumnya rindu balasan itu ketika hendak di buka,
Tak menutup kemungkinan rindu itu sudah di buka ter lebih dahulu oleh “pak pos” yang kepo.

Aku masih ingat dulu waktu itu, aku dan pacarku ini beda sekolah madrasah dan beda desa pula, untungnya ada teman ku se desa yang bersekolah di madrasah kekasih saya itu.
Jadilah dia “pak pos” teladan kami πŸ™‚ .

Entah ada saja yang mau di tulis, dan memang karna aku orangnya tidak romantis, surat dari mantan kekasih ku itu di tulis menggunakan kertas yang unik dan ber corak seperti halnya kertas2 alay (jaman dulu itu romantis lohh ya ).
Sedangkan aku, seingetku pernah menggunakan kertas seperti itu, hanya ketika hendak mengutarakan cinta doang, lebih tepatnya surat pertama, seterusnya mahh cuekk bebek buahahaa.

Ia, dulu tak ada basa basi dalam mengirim surat, seperti misalnya :
“Malem” lalu saya kirim
Wahh bisa jadi nyampek nya besok sore atau lusa sore,
Dan tak mungkin pula di jawab dengan ” malem juga ” bisa jadi datengnya pagi.

Dulu, langsung saja to the point, ngak usah ber tele tele,
Karangan puisi cinta terbaik di coretkan dan tembakan cintapun langsung berselancar begitu saja.

Jika tidak di terima yah, broken heart dikit, lalu move on cari lagi.
Jika di terima, maka tak menutup kemungkinan jika surat nya sampe setumpukan 1 meter saking banyaknya.

Dan hebatnya dulu itu, ngak ada yang namanya PHP seperti sekarang, jika perasaan sudah di utarakan, itu sudah pasti serius adanya, walaupun ada PHPier tapi jumlahnya sangat sedikit.

Bagaimana dengan pertemuan ?
Saya bahas di artkel selanjutnya saja πŸ˜€

Hannan – 23 maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s