Pupus sudah

sedihnya

tak dapat ku elakkan lagi,
sekuat apapun hati dan egoku memaksakannya
semua sudah kadung pupus tak tersisakan secarik pun harapan.

memang benar, semua ini karnaku, semua ini karna emosi yang tak mampu menembus dinding kesabaranku.

terlanjur ku gariskan luka yang buatmu sakit dan membenciku.
terlanjur ku lontarkan kata pedas nan cadas yang memutuskan aku dan kamu,

satu hal yang masih aku sesalkan,
maaf aku belum sempat membahagiakan mu, seandainya kau beri aku harapan sekali saja untuk memulai lagi dari awal, sungguh tak akan kubiarkan air itu menetes lagi.

“sudah terlambat” katamu

tak bisa aku paksakan dan perjuangkan lagi, bukan nya aku tak mau memeperjuangkan hati ini, aku hanya takut kau tak bisa melihat perjuanganku.

sayang.
terima kasih telah pernah hadir.
percayalah, aku masih mengenangmu sampai detik ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s