Kenapa harus merantau, kalau tak merantaupun tak kekurangan

Alhamdulillah 🙂
Bersyukurlah, karena kuasanya, kamu masih bisa memegang gadget ataupun duduk di depan pc saat ini.

Rejeki manusia itu tak akan tertukar antara satu dengan yang lainnya.

Ingat, rejeki kita itu sudah di tentukan oleh alloh, tak peduli kemanapun kamu mengejarnya, rejekimu takkan melebihi apa yang di kehendakinya.
Dan tak peduli pula bersemayam kemanapun, sesunyi dan sesepi apapun goa persembunyian mu, takkan pernah kamu kekurangan atas apa yang kamu butuhkan, ( ingat, yang kamu butuhkan beda dengan yang kamu inginkan).

Aku jadi teringat dulu pernah mendengar sebuah kisah yang di ceritakan oleh seseorang,
Sedikit banyak kira2 seperti ini penggalan kisahnya.

Di jaman dahulu Ada seorang yang mau mengetes janji alloh bahwa “barang siapa yang bertawakkal kepada alloh, maka alloh akan mencukupi kebutuhan nya” , lantas orang tersebut berniat untuk bertapa di sebuah gunung yang tak ada seorang barang pun disana,
Dengan demikian, apakah alloh masih bisa memberinya rezeki padanya,
Orang tesebut tanpa membawa bekal apapun, berjalan dan bertapa disana selama 7 hari,
Selang beberapa hari dalam pertapaannya, ada segerombolan orang yang nyasar terpisah dari golongan rombongan lainnya,
Rombongan ter sasar ini hendak mencari seseorang untuk bertanya kemana jalan keluar menuju kota,
Tak lama kemudian se gerombolan orang tersebut menemukan orang yang sedang bertapa yang tak lain dan tak bukan adalah orang yang mau mengetes kuasa alloh tersebut.
Lantas gerombolan tersebut mendekatinya dan bertanya salah satu dari mereka.
” wahai tuan, bisakah kau tunjukkan kemana arah jalan menuju kota ? ”
Tetapa orang pertapa tersebut tak bergeming sedikitpun.
” mungkin dia kelaparan, sehingga tidak bisa bicara” sahut salah satu dari mereka,
Lantas mereka mengeluarkan makanan yang di bawanya dan berkata ” tuan, makanlah ini, jika anda merasa kelaparan” namun tetap tak bergeming sedikitpun,
Lantas ada yang menyahut nya
“Mungkin dia sangat merasa lapar sehingga tidak kuasa mengambil nya, coba buka buka mulutnya dan suapkan” salah satu dari mereka mengusulkan.
Lalu salah satu dari mereka membuka mulutnya dan menyuapkan nya,
Lantas orang pertapa tadi tertawa ter bahak bahak, ” hahahahhahahhhahahah, hahahaa “.
Semua rombongan di kejutkan di herankan oleh orang tersebut,
Lantas orang pertapa tadi melanjutkan pembicaraan nya.
” wahai tuan, saya masih hidup dan bisa mrngambil makanan itu sendiri, saya disini berniat mengetes kuasa alloh, apa ia alloh masih bisa memberi saya rezeki di tempat yang sangat sepi tak ada seorangpun seperti ini, subhanalloh, alloh begitu kuasa sehingga menyesatkan tuan tuan hanya untuk memberi rezeki kepada saya”
Akhirnya, mereka makan bersama sama dan lalu pulang bersama sama.

Dari kisah di atas apa yang bisa kita ambil hikmahnya ?
Subhanalloh,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s